02/12/2020

Konsep Dasar Rapid Application Development

Konsep Dasar Rapid Aplication Development

Rapid Application Development merupakan salah satu dari sekian banyak model pengembangan perangkat lunak yang ada. RAD menekankan pada siklus pengembangan yang sangat pendek. Jika analisa kebutuhan diawal sudah dapat dipahami dengan benar tidak menjadi menjadi hambatan bahwa tim pengembangan akan membuatn sebuah sistem yang sempurna secara fungsional dan sesuai dengan tujuan tim dalam waktu kira kira 60-90 hari.

 

Metodologi atau model RAD

Model RAD memiliki tiga tahapan yaitu requiretment planning, design system, dan implemention. Berikut adalah tiga tahapan pada model Rapid Application Development (RAD):

 

  1. Requirement Planning

Pada tahap ini dibutuhkan diskusi dan pertemuan langsung antara pengguna dengan tim pengembang dengan harapan analisa masalah dan kebutuhan aplikasi jelas saat pembuatan aplikasi berlangsung.

  1. Design System

Tahap ini merupakan tahap dimana pengguna dan tim pengembang saling berinteraksi. hal ini dibutuhkan karena apabila masih ada suatu ketidaksesuaian desain antara pengguna dengan tim pengembang. Maka pengguna dapat langsung mengutarakan pendapatnya pada desain yang dirasa masih tidak sesuai dengan harapan si pengguna pada rancangan sistem dan desain. Lalu desain dan alur sistem yang sudah disetujui oleh pengguna akan mulai dibangun oleh programmer. Dan bila program tersebut tetap masih tidak sesuai keinginan dari client maka akan dilakukan iterasi ulang sampai client menyetujuinya. Keluaran dari tahapan ini adalah sistem baru yang sudah disetujui dari pengguna, programming yang nantinya akan menuju ke tahasp implementasi.

  1. Implementation

Pada Tahap ini adalahan sistem baru yang dihasilkan dari tahap sebelumnya akan dilakukan sebuah testing, instalasi serta training sebelum diserahkan pada client. Pada tahap ini biasanya sistem yang

sudah dibuat akan ditanggapi dan disetujui oleh client dan tim akan melakukan instalasi serta training untuk client agar dapat mengoprasikan sistem tersebut.

 

Aktivitas model RAD

 

Metode RAD umumnya dipakai untuk pembuatan aplikasi sistem kontruksi. Berikut adalah aktifitas pemodelan RAD:

  1. Bussiness Modelling

Tahap ini bertujuan untuk menjelaskan semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh tim pengembang seperti infromasi dalam sebuah sistem contohnya perangkat fisik, manusia, anggaran, dan lain sebagainya. Biasanya pada tahap diajukan pertanyaan pertanyaan seperti informasi yang mengendalikan proses bisnis, informasi yang sering dimunculkan, dan pihak yang memroses. Data Modelling Pada tahap ini informasi yang sudah didapatkan dalam tahap sebelumnya diolah ulang ke dalam objek data yang dibutuhkan untuk fondasi bisnis tersebut. Karateristik masing masing objek diindentifikasi dan didefinisikan hubungannya.

  1. Process Modelling

Informasi yang sudah didefinisikan pada fase sebelumnya akan diolah dan diubah membentuk sebuah informasi yang dibutuhkan untuk penerapan sebuah bisnis. Application Generation Aplikasi mulai bangun di tahap ini, tetapi aplikasi yang dibangun pada tahap ini masih belum sempurna karena dibuat dengan tujuan pencarian informasi dan output yang diinginkan. Hasil dari tahap ini disebut Prototype

  1. Testing and turnover

RAD menekankan pada pemakaian kembali komponen komponen program yang ada sehingga mengurangi waktu keseluruhan pengujian. Tetapi, pada komponen yang baru tetap dilakukan pengujian secara keseluruhan.

 

Kelebihan dan Kekurangan RAD

 

Kelebihan RAD

Setiap fungsi mayor dapat dimodulkan dalam waktu tertentu kurang dari 3 bulan dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehinnga waktunya lebih efesien. RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object) sehingga pengembang pengembang tidak perlu membuat dari awal lagi dan waktu lebih singka

 

Kekurangan RAD

Proyek yang besar dan berskala, RAD memerlukan sumer daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim yang baik. RAD menuntut pengembang dan pelanggan memiliki komitmen dalam aktivitas rapid fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem dlam waktu yang singkat. Jika komitmen tersebut tidak ada maka proyek RAD akan gagal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *