02/12/2020

Pengertian Scrum Development

Pengertian Scrum

Scrum merupakan framework agile yang cukup populer. Scrum memecah organisasi menjadi tim-tim kecil yang mengorganisasikan dirinya sendiri dan mengerjakan tugas-tugas kecil atau product backlogs yang dikerjakan pada setiap sprint.

 

Scrum memliki 3 Tim inti didalam nya yaitu:

1. Product Owner

Bertugas untuk menentukan product backlogs dan adapun tugas product owner selain menentukan product backlogs seperti Tidak me-release hasil Sprint, mencari cara untuk meningkatkan pemahaman bisnis dari Development Team, tidak melanjutkan Sprint selanjutnya.

2. Scrum Master

Scrum Master bertanggung-jawab agar setiap orang yang menggunakan Scrum memahami Scrum secara keseluruhan bukan hanya aturan main/ritualnya saja tetapi juga pola pikir empirisme dan Scrum values yakni: commitment, courage, focus, openness and respect.

3. Tim Scrum

Sebuah tim Scrum adalah tim yang bisa mengatur pekerjaan mereka sendiri dan merupakan sebuah tim yang lintas fungsional. Member tim akan melakukan analisis, implementasi, perancangan, pengujian, dan lain-lain. Meskipun individu dapat bergabung dengan tim dengan berbagai jabatan, di Scrum, judul tersebut tidak signifikan. Metodologi scrum menyatakan bahwa  setiap orang berkontribusi dengan cara apa pun yang mereka bisa untuk menyelesaikan pekerjaan pada setiap sprint. Individu dengan demikian akan menghabiskan sebagian besar (dan terkadang semua) waktu mereka bekerja dalam disiplin apa pun yang mereka ketahui, baik itu analisis, desain, pengembangan, tes dan lain lain.

Berikut alur dari Scrum

Penjelasan alur dari Scrum dapat dilihat dibawah ini:

  1. Product Backlogs: pada tahap ini Product Owner mengidentifikasi apa saja Produk Back logs yang ada dan nantinya akan disusun berdasarkan prioritas dengan scrum master.
  2. Sprint Planing: Adalah tahap untuk menentukan atau merencanakan tahapan sprint backlogs yang akan dijalankan oleh tim dan penjelasan oleh product owner mengenai goal dari setiap sprint backlogs.
  3. Sprint Backlogs merupakan iterasi yang sudah dijabarkan oleh product owner pada tahap sprint planning dan tim yang akan mengeksekusi nya
  4. Daily Scrum sebuah meeting singkat yang diadakan setiap harinya oleh tim yang mendiskusikan tentang sprint backlogs yang mereka jalankan. seperti apa yang akan dilakukan besok, apakah ada nya kendala yang dialami dan lain sebagainya.
  5. Sprint Review dijalankan saat sudah pada dipenghujung deadline dari sprint backlogs, biasanya berisi demo code yang sudah dibuat dan beberapa testing untuk menentukan sprint backlogs berjalan.
  6. Sprint RetroSpective adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan permasalahan pada scrum dan permasalahan secara fisik.

Kelebihan vs Kekurangan Scrum

Kelebihan

  • Meningkatkan kecepatan dalam proses development dan dapat membawa proyek yang lambat kembali ke track
  • Pengambilan keputusan sebagian besar berada dalam tangan tim developer.
  • Fleksibel, dimana memudahkan update dan perubahan berkala

 

Kelemahan

  • Sangat cocok untuk skala kecil, dan proyek yang cepat berubah. Tidak cocok untuk skala besar
  • Metode ini membutuhkan orang berpengalaman yang pernah bekerja di proyek yang mirip dengan yang ingin dikerjakan saat ini.
  • Anggota tim harus memiliki skills yang banyak sehingga mampu membantu mereka dalam mengerjakan task di luar dari area spesialisasinya. Beberapa anggota tim, oleh karena itu, membutuhkan training tambahan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *