02/12/2020

Sejarah Dota 2 Menjadi Game Terbaik

Hallo semua, kali ini mimin akan membahas game yang menjadi salah satu game terfavorit yang mimin sering mainkan. Game favoit mimin tersebut adalah Dota 2. Game yang dikembangkan oleh Valve ini bisa dibilang menjadi salah satu cabang esport terbesar di dunia. Hal ini dibuktikan dengan besarnya prize pool yang ditawarkan pada kompetisi paling prestisius mereka, The International, yang saat ini mencapai US$20,7 juta (sekitar Rp267 miliar). Tidak hanya prize pool, eksekusi turnamen mereka juga sangat apik, meriah, dan menghibur. Meskipun mimin hanya bisa menontonnya secara online sambil melihat foto-foto yang dipamerkan oleh para media peliput, mimin tetap merinding kagum. Untuk Dota 2 bisa menjadi salah satu game Esport ternama tentunya tidak mudah loh, yuk kita lihat bagaimana sejarahnya hingga Dota 2 bisa menjadi game terkenal hingga saat ini.

 

Aeon of Strife (Nenek Moyang MOBA)

Semua bermula dari game buatan Blizzard, Starcraft: Brood War yang dirilis pada tahun 1998 untuk PC. Kepopuleran Starcraft ini mampu mengalahkan Warcraft II: Tides of Darkness yang sudah dirilis tiga tahun sebelumnya. Salah satu fitur baru yang Blizzard sematkan dalam game RTS terbarunya ini adalah map editor atau yang dikenal sebagai sebutan StarEdit dalam Starcraft. Pada tahun 2002, seorang modder dengan alias Aeon64 membuat sebuah inovasi dengan map buatannya yang diberi nama Aeon of Strife (AoS). Map tersebut digadang sebagai cikal bakal lahirnya genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) atau ARTS (Action Real Time Strategy). Dari konsep permainan AoS, kamu tentu sudah bisa melihat hal-hal fundamental yang kini dimiliki oleh genre MOBA pada umumnya seperti hero, lane, dan gold dari last hit.

Warcraft III

Tidak lama setelah AoS booming, Blizzard merilis Warcraft III: Reign of Chaos yang legendaris pada tanggal 3 Juli 2002. Game ini menawarkan mekanisme gameplay yang belum dimiliki oleh Starcraft seperti level pada hero, tingkat ability, dan progres item yang dinamis.

Defense of the Ancients Beta 2

Dari seluruh custom map berkonsep AoS yang dibuat di Warcraft III, hanya ada satu yang menjadi paling populer. Custom map tersebut dibuat oleh seorang modder berinisial Eul dan karyanya diberi judul Defense of the Ancients Beta 2.

Versi pertama Defense of the Ancients ini kurang lebih sudah menggambarkan apa yang ada di dalam versi penerusnya. Terdapat tiga lane, gold untuk membeli dan upgrade item, pilihan hero Sentinel dan Scourge yang memiliki mekanisme level up dan ability scaling, serta Ancient di masing-masing kubu untuk dihancurkan.

Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 1 Juni 2003, Blizzard merilis ekspansi Warcraft III: Frozen Throne. Ekspansi ini memberikan beberapa perbaikan dalam segi gameplay (mengurangi bug) dan menambah unit-unit baru untuk dimainkan. Artinya, akan ada lebih banyak aset untuk diikutsertakan ke dalam custom map.

 

Lahirnya Dota Allstars Beta berkat Open Source

Eul kemudian “menghilang” setelah membuka akses source code DotA ke semua modder (menjadikannya open source). Berkat itu, versi-versi lain dari DotA lahir dari kreatifitas para komunitas seperti DotA DX dan DotA Unforgiven. Dua judul tersebut hanyalah segilintir dari banyaknya versi yang tersedia di luar sana dengan pilihan hero-hero yang sangat bervariasi.

Melihat banyaknya variasi DotA, dua modder bernama Meian dan Ragn0r memutuskan untuk menggabungkannya ke dalam satu map. Pada tanggal 3 Februari 2004, sebuah custom game berjudul DotA Allstars Beta v0.95 dirilis.Peran Meian dan Ragn0r dalam pengembangan DotA Allstars hanya berlangsung selama satu bulan, sebelum mereka memberikan wewenang penuh kepada modder jenius bernama Steve “Guinsoo” Feak. Pada bulan Maret 2004, Guinsoo merilis DotA Allstars versi 3.xx dan selang satu bulan kemudian ia merilis versi 4.xx.

Versi 5.84 sebagai Map Kompetitif Pertama

Versi 5.84 adalah versi stabil pertama dalam sejarah DotA Allstars. Dari titik ini, ranah kompetitif untuk “game yang hanya sebuah mod” mulai terbentuk. Perubahan besar terjadi, organisasi yang nantinya memberikan pengaruh besar dalam esport satu persatu muncul ke permukaan seraya lahirnya versi 5.84.Pada tanggal 20 November 2004, organisasi International Gaming Syndicate (IGS) menyelenggarakan liga resmi DotA Allstars untuk pertama kalinya. Di musim pertama, IGS berhasil menarik 20 tim untuk ikut serta. Di musim kedua pada tahun 2005, jumlah peserta bertambah lebih dari dua kali lipat menjadi 45 tim.

Versi 6.00, Kepergian Guinsoo, dan Peran Besar IceFrog

Masuk bulan kedua tahun 2005, DotA Allstars versi 6.00 rilis. Namun, tidak lama Guinsoo mengumumkan kepergiannya dari dunia modding dan menyerahkan pengembangan sepenuhnya kepada Neichus dan IceFrog, dan Pendragon sebagai penanggung jawab website. Di bawah Neichus dan IceFrog, DotA Allstars terus memperoleh hero balancing dan wajah-wajah baru seperti Earthshaker, Tiny, Dazzle, Phantom Lancer, Enchantress, Axe, dan masih banyak lagi. Bisa dikatakan, Neichus adalah sosok di balik layar yang membuat DotA Allstars dan Dota 2 menjadi begitu “luas” hingga saat ini.Sayangnya, Neichus memutuskan untuk ikut keluar dari dunia modding. Ada yang mengatakan alasan dia pensiun adalah kehilangan passion untuk DotA Allstars. Neichus menyerahkan posisi head developer kepada IceFrog seorang diri mulai dari versi 6.10. Di versi ini, IceFrog tidak berhenti untuk terus memperbaiki gameplay dan melakukan balancing.

Dota Allstars di Blizzcon

Pada bulan Oktober 2005, popularitas Dota Allstars meningkat di antara penyelenggara kompetisi. Blizzard mengumumkan bahwa Dota Allstars akan menjadi cabang baru yang dilombakan di Blizzcon. Hal yang sama juga diutarakan oleh penyelenggara Clanbase dan Electronic Sports League (ESL).Pada titik ini, ranah kompetitif baru terjadi di sekitar Eropa dan Amerika Utara saja. Hingga akhirnya hype Dota Allstars mulai merambah ke negeri Cina sedari versi 6.12. Hal ini dikarenakan seorang modder sekaligus penggemar Dota bernama Heintje merilis versi ini dalam bahasa Mandarin yang jauh lebih mudah dimengerti oleh para pemain di Cina. Namun, pada titik ini, ranah kompetitif di Asia masih jauh lebih prematur dibandingkan Eropa dan Amerika Utara. Hingga datanglah era versi 6.2x. Bermula dari “bibit” yang ditanam oleh Heintje pada versi 6.12, ranah kompetitif DotA di wilayah Asia sudah semakin berkembang ketika menginjak versi 6.2x.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *